Elizabeth pernah berdiri di sisi putra mahkota, hingga sebuah pengkhianatan di depan publik merenggut kehormatan dan kebebasannya. Setelah dijebloskan ke penjara, bangsawan muda itu berhasil melarikan diri sambil membawa Tujuh Grimoire—kitab sihir legendaris dengan kekuatan yang sanggup mengguncang sebuah kerajaan.
Berlindung di negeri tetangga berkat bantuan seorang bangsawan pengembara, Elizabeth menolak menjalani hidup sebagai pelarian. Ia membangun kembali kekuatannya dan menyusun pembalasan dengan penuh perhitungan. Kerajaan yang dahulu menganggapnya telah kalah segera menyadari kesalahan mereka: perempuan yang dibuang itu mengetahui setiap kelemahan tanah kelahirannya. Ketika halaman pertama grimoire dibuka, amarah Elizabeth bukan lagi sekadar ancaman, melainkan awal kehancuran.
