Semasa SMA, ia hidup untuk membuat film dan berani mengabaikan berbagai tuntutan demi mengejar mimpinya. Semangat itu perlahan menular kepada seorang teman sekelas yang rajin, tetapi belum pernah menemukan sesuatu yang benar-benar membuatnya bersemangat. Dari proyek-proyek sederhana, kedekatan mereka tumbuh menjadi cinta—hingga kepergiannya ke luar negeri memutus cerita tanpa penjelasan.
Bertahun-tahun kemudian, keduanya bertemu kembali dengan kehidupan yang telah berubah. Ia kini menjadi sutradara peraih penghargaan, sementara perempuan yang dahulu diinspirasinya terjebak sebagai reporter televisi yang kehilangan arah. Sang sutradara ingin membantunya menemukan kembali mimpi yang pernah mereka bagi. Namun, luka akibat kepergiannya belum benar-benar sembuh. Untuk memulai kisah baru, mereka harus lebih dahulu menyelesaikan adegan terakhir dari masa lalu.
